B. INTERNET ADDICTION
Pengertian Internet Addiction
Menurut Young (2007), Internet Addiction dapat disebut juga dengan compulsive internet use atau pathological internet use. Internet Addiction adalah ketidakmampuan individu untuk mengontrol penggunaan internetnya, yang dapat menyebabkan terjadinya masalah psikologis, sosial dan pekerjaan pada kehidupan individu (Young, 2005).
menurut Stephen Juan, Ph.D. seorang antropolog di University of Sidney antara lain:
1. Selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu dalam berinternet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada.
2. Jika tidak menggunakan internet, muncul gejala-gejala penarikan diri seperti kecemasan, gelisah, mudah tersinggung, bergetar, menggigil, gerakan mengetik tanpa sadar, obsesif, hingga berkhayal atau bermimpi mengenai Internet.
3. Jika terhubung dengan internet, gejala-gejala penarikan diri tersebut akan hilang ataupun berkurang.
4. Mengakses internet lebih lama dari yang di niatkan.
5. Cukup banyak porsi kegiatan yang digunakan untuk aktivitas terkait internet, termasuk e-mail, browsing, dan chatting.
6. Mengurangi kegiatan penting, baik dalam pekerjaan, belajar, sosial atau rekreasi, demi menggunakan internet.
7. Hubungan sosial, pekerjaan, atau pendidikan terancam terganggu karena penggunaan internet yang berlebihan.
8. Internet digunakan untuk melarikan diri dari perasaan bersalah, tak berdaya, kecemasan, atau depresi.
9. Menyembunyikan penggunaan internet dari keluarga atau teman.
Jenis-Jenis Internet addiction
a. Cybersexual Addiction
Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.
c. Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
d. Information Overload
Information overload mengacu pada web surfing yang bersifat kompulsif.
e. Computer Addiction
Salah satu bentuk dari computer addiction adalah bermain game komputer yang bersifat obsesif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi internet addiction digolongkan menjadi 2 yaitu faktor eksternal dan internal (sitat dalam Budiwan, 2011).
meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sosial dan budaya.
Faktor internal :
Kepribadian, kontrol diri, minat, motif, pengetahuan dan usia.
Menurut Young (2007), faktor psikologis merupakan penyebab individu mengalami internet addiction.
Gejala-gejala Internet Addiction
Freitag dan Weaver (2002) menyatakan gejala‐gejala dari kecanduan internet adalah:
a. Keasyikan dengan internet dan selalu memikirkannya selagi off‐line (internet preoccupation).
b. Selalu menambah waktu online.
c. Tidak mampu untuk mengontrol penggunaan internet.
d. Lekas marah dan gelisah bila tidak sedang online.
e. Menggunakan internet sebagai pelarian dari masalah.
f. Membohongi keluarga atau teman mengenai jumlah waktu yang digunakan untuk online.
g. Kehilangan teman, pekerjaan, ataupun kesempatan pendidikan dan karir karena penggunaan internet.
h. Terus menggunakan internet walaupun dana untuk online menipis.
i. Depresi, kemurungan, kegelisahan, dan kecemasan meningkat jika tidak menggunakan internet.
j. Mengalami gangguan tidur atau perubahan pola tidur akibat penggunaan internet.
k. Merasa bersalah dan penyesalan yang dalam akibat penggunaan internet.
Dari kutipan jurnal diatas disebutkan bahwa innternet addiction adalah kecanduan seseorang terhadap penggunaan internet, banyak ciri-ciri seseorang yang kecanduan internet diantaranya adalah :
1. menghabiskan banyak waktu untuk berinternet.
2. jika tidak mengakses internet maka ia akan merasa gelisah.
3. mengabaikan hal-hal yang lebih penting seperti sekolah, bekerja dll.
4. hubungan sosial terganggu.
5. menyembunyikan penggunaan internet dari keluarga.
ada beberapa faktor penggunaan internet yang berlebihan, yaitu faktor internal meliputi lingkungan keluarga dan lingkungan sosial. serta faktor eksternal meliputi kepribadian, kontrol diri, minat, motif, pengetahuan, usia.
Salah satu fenomena internet addiction adalah kecanduannya pelajar indonesia terhadap penggunaan internet, yang mengurangi motivasi belajar dalam berpendidikan.
Sumber :
KOC, Mustafa. 2011. Internet Addiction and Psychopatology. TOJET. Volume 10 issue 1. Page 143-148.
Shaw, Martha, & Black, Donald. (2008). Internet Addiction : Definition, Assesment, Management. CNS Drugs, 22(5), 353-365.Soetjipto, H.P. Pengujian Validitas Konstruk Kriteria Kecanduan Internet. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada : Jurnal Psikologi Volume 32, No. 2, Hal 74-91.


0 komentar:
Posting Komentar