Masa remaja bisa di katakan sebagai masa yang paling indah, dimana seorang remaja mencari jati diri untuk lebih dewasa. Dan, disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas.
Menurut Program Manajer Dkap PMI Provinsi Riau Nofdianto seiring Kota Pekanbaru menuju kota metropolitan, pergaulan bebas di kalangan remaja telah mencapai titik kekhawatiran yang cukup parah, terutama seks bebas. Mereka begitu mudah memasuki tempat-tempat khusus orang dewasa, terlebih sabtu malam. Pelakunya bukan hanya kalangan SMA, bahkan sudah merambat di kalangan SMP. ‘’Banyak kasus remaja putri yang hamil karena kecelakan padahal mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa resiko yang akan dihadapinya,’’ kata cowok yang disapa Mareno ini pada Xpresi, Rabu (20/8) di ruang kerjanya.
Jangankan di kota-kota pedalaman, di kota yang besar seperti Jakarta banyak sekali kita temukan remaja yang berkeliaran di luar rumah setiap sabtu malam. Remaja-remaja di Jakarta banyak yang lalai dalam pergaulannya, seperti hal kecil yaitu bolos saat jam pelajaran dan memilih untuk makan di kantin atau bahkan bolos sekolah dan pergi ke Mall.
Apakah semua itu benar-benar kesalahan remaja?
tidak, semua itu bukan sepenuhnya kesalahan remaja. Melainkan, kesalahan orang tua yang sudah lalai dalam menjaga anaknya. Banyak sekali saat ini orang tua yang tidak perduli terhadap perkembangan anaknya, dan terlalu mementingkan pekerjaannya sehingga anak dilantarkan dan memilih jalannya sendiri.
Menurut saya, baiknya adalah orang tua memantau anaknya dalam batas sewajarnya. seperti menerapkan jam malam pada anak, dan tidak mengizinkan pergi lewat waktu jam 7 malam.

0 komentar:
Posting Komentar