Saat ini masyarakat sedang resah dengan kenaikan harga Gas LPG. Harga LPG disejumlah tempat sudah mulai naik, dikarenakan kenaikan biaya tagih gas bersubsidi karena adannya dampak kurs rupiah terhadap dolar. Selain itu karena adanya harga kontrak yang berubah. Hal tersebutlah yang menjadi penyebab kenaikan biaya tagih tersebut.
Menurut Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani potensi tagihan tersebut berasal dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Pada 2013 itu sekitar Rp30 triliun elpiji dalam total pagu Rp199,9 triliun yang terakhir 2010. Potensi tagihannya bisa ke Rp40 triliun di 2013 ya dari Rp30 triliun yang kita bayar. Potensi yang subject to audit BPK itu Rp40 triliun," ujar Askolani di kantornya, Selasa (7/1/2014).
"Itu elpiji tadi dampak kurs tadi, nah yang mungkin kedua harga CP aramco. dia kan basis pembeli elpiji," katanya.
Mengenai potensi migrasi, Askolani mengatakan itu sangatlah kecil sebab konsumen elpiji itu minoritas. "Belum tahu. sebab kan harganya ga signifikan. Migrasi itu belum tentu. yang kedua volume elpiji 12 kg itu 17% sharenya ga banyak. kalaupun migrasi ga signifikan," katanya.

0 komentar:
Posting Komentar