Psikologi
holistik bersifat saling berkait antara satu sama lain sebagai suatu sistem
bersepadu
yang menyeluruh, bukan sekadar
menyentuh aspek-aspek tertentu sahaja.(Kamus Dewan
Edisi Empat) . Pendidikan holistik
merupakan suatu filsafat pendidikan yang berangkat dari
pemikiran bahawa pada dasarnya
seorang individu dapat menemukan identiti, makna dan
tujuan hidup melalui hubungannya
dengan masyarakat, lingkungan alam, dan nilai-nilai
spiritual. Secara historis,
pendidikan holistik sebetulnya bukan hal yang baru.
Holistik
Pengertian
holistik adalah sebuah cara pandang terhadap sesuatu yang dilakukan dengan
konsep pengakuan bahwa hal keseluruhan adalah sebuah kesatuan yang lebih
penting daripada bagian-bagian yang membentuk. kata holistik berasal dari
bahasa inggris yang memiliki arti penekanan
terhadap betapa pentingnya keseluruhan dan keterkaitan antara setiap
bagian-bagian yang membentuknya.
Pendekatan Holistik
Pendekatan holistik adalah sebuah cara pandang yang memperhatikan dan mempertimbangkan semua aspek-aspek kehidupan yang mempunyai pengaruh terhadap munculnya gangguan kesehatan.
Ciri-ciri pendekatan
holistik:
1.
meperhatikan semua aspek kehidupan yang memungkinkan munculnya penyakit atau
keluhan kesehatan.
2.
pasien di ajak turut berperan sejak membuat diagnosa sampai dengan tindakan
penyembuhan yang diperlukan.
Pendekatan
Holistik ini akan digunakan sebagai metode untuk melakukan pemeriksaan terhadap
keluhan, menegakkan diagnoosa, menentukan terappi danmenyesuaikan tindakan
dukungan (saran-saran) agar kelangsungan proses penyembuhan dapat berjalan
dengan baik.
Konsep pendidikan holistik ini
adalah tidak mengabaikan penciptaan komuniti yang kuat
bagi kecemerlangan intelek.
Pengajaran secara menyeluruh dan bersepadu yang merangkumi
seimbangan dari segi intelek,
rohani, jasmani dan emosi. Hal ini termasuklah
i) Pembelajaran individu melalui
pengalaman
ii) “Special Gravity” perkembangan
yang progresif
iii) Tahap dan alat kematangan
iv) Merangkumi bidang kurikulum,
bumi (alam semester)
v) Perkembangan diri, menyatakan
diri dan komunikasi
vi) Memahami orang lain dan
bekerjasama
Referensi :
Sukanta,
P.O. (2001). Akupresur & minuman
untuk mengatasi gangguan pencernaan. Jakarta: PT. Alex Media Komputindo.
http://documents.tips/documents/psikologi-holistik.html

0 komentar:
Posting Komentar