Fenomena Depresi
Setiap orang hampir
pernah merasakan depresipada saat-saat tertentu, seperti misalnya sedih, lesu,
tidak minat pada aktivitas apapun meski menyenangkan. Situasi yang menjadi
penyebab utama depresi adalah kegagalan di sekolah, ditempat kerja, atau
kegagalan dalam hal cinta. Depresi dianggap abnormal ketika depresi tersebutdi
luar kewajaran dan berlanjut sampai saat dimana kebanyakan orang sudah pulih
kembali. (Atkinson dkk., 1992)
Depresi pada orang
normal dapat diartikan sebagai keadaan murung (kesedihan, patah hati, dan patah
semangat) yang ditandai dengan perasaan tidak puas, menurunnya aktivitas, dan
pesimisme di dalam menghadapi masa datang. Sedangkan, depresi secara abnormal
dapat diartikan sebagai ketidakmauan yang ekstrim untuk merespon stimulus dan
disertai menurutnya nilai diri, ketidakmampuan , delusi,dan putus asa (Chaplin, 1995)
Penderita depresi tidak
mampu mengambil keputusan untuk memulai suatu kegiatan atau memusatkan
perhatiannya kepada sesuatu yan menari. Dalam taraf yang ekstrim, penderita
dapat disertai adanya kecemasan bisa jadi mencoba untuk bunuh diri (Atkinson
dkk., 1992)
Penyebab depresi di
antaranya adalah ketidak seimbangan biokimia, masalah fisik, genetik, jenis
kelamin, penyalahgunaan zat , defisiansi gizi, dan obat-obatan.
Agar hidup kita jauh
dari depresi maka kita harus menghindari penggunaan biokimia yang tidak
seimbang, menjaga kesehatan tubuh atau fisik, dan tidak memakai atau
menyalahgunakan obat-obatan dan zat-zat yang berbahaya.
Hubungan antara Kesehatan Mental
dengan Kecerdasan Emosional Kesehatan mental
Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan
diri dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan masyarakat dimana kita
hidup. Untuk dapat menyesuaikan diri dengan diri sendiri terlebih dahulu harus
menerima dirinya sebagaimana adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Disamping itu, orang harus berusaha mengenal, memahami, dan menilai orang lain
secara objektif. Orang harus mengenal keistimewaan orang lain disamping
kekurangan atau kelemahannya. Lalu orang harus menyadari bahwa dirinya tidak
hidup terlepas dari masyarakat atau lingkungan dimana ia hidup dan untuk itu ia
harus mengetahui dan hidup dengan norma-norma, peraturan-peraturan, adat
–istiadat yang dimiliki masyarakat atau lingkungan itu. Menutut definisi orang
yang bermental sehat adalah orang yang dapat menguasai segala faktor dalam
hidupnya sehingga ia dapat mengatasi kekalutan metal sebagai akibat dari
tekanan-tekanan perasaan dan hal-hal yang menimbulkan frustasi. Kesehatan
mental tidak hanya untuk jiwa yang sehat yang berada dalam tubuh yang sehat (mens
sana in corpore sano), tetapi juga suatu keadaan yang berhubungan erat
dengan seluruh eksistensi manusia. Itulah suatu keadaan kepribadian yang
bercirikan kemampuan seseorang untuk menghadapi kenyataan dan untuk berfungsi
secara efektif dalam suatu masyarakat yang dinamik. Kriteria dalam kesehatan
mental ada beberapa yaitu :
§ Efisiensi
mental
§ Pengendalian
dan intelegensi pikiran dan tingkah laku
§ Integrasi
motif-motif serta pengendalian konflik dan frustrasi
§ Perasaan-perasaan
dan emosi-emosi yang positif dan sehat
§ Ketenangan
atau kedamaian pikiran
§ Sikap-sikap
yang sehat
§ Konsep
diri (self-concept) yang sehat
§ Identitas
ego yang kuat
§ Hubungan
yang kuat dengan kenyataan
Kecerdasan Emosional sebelum mengetahui kecerdasan
emosional kita harus tahu terlebih dahulu dulu apa itu emosi ?? menurut
daniel goleman akar kata emosi adala movere kata kerja bahasa
latin yang berarti “menggerakan, bergerak” ditambah awalan E untuk memberi arti
“bergerak menjauh” menyiratkan bahwa kecendrungan bertindak merupakan hal
mutlak dalam emosi. emosi adalah perasaan intens yang ditujukan
kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang
atau kejadian.Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai
sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu, emosi biasanya
marah, sedih, bahagia, dll. Kecerdasan emosiona atau biasa disebut dengen
kecerdasan emosi adalah kemampuan memahami-mehami, memasukinya dan menarik
emosi-emosi untuk membantuk pikiran . namun kita kenal kecerdasan
emosional itu dari Golema. Menurut goleman kecerdasan emosi merupakan sisi
lain dari kecerdasan kognitif yang berperan dalam aktivitas manusia. Salovey
& Mayer (dalam Goleman, 1999) menggunakan istilah kecerdasan emosi untuk
menggambarkan sejumlah keterampilan yang berhubungan dengan keakuratan
penilaian tentang emosi diri sendiri dan orang lain, serta kemampuan mengelola
perasaan untuk memotivasi, merencanakan, dan meraih tujuan kehidupan. Batasan
kecerdasan emosi menurut mereka adalah kemampuan untuk mengerti, menggunakan,
dan memanfaatkan emosi untuk membantu pikiran, mengenal emosi dan pengetahuan
emosi, dan mengarahkan emosi secara reflektif sehingga menuju pada pengembangan
emosi dan intelektual. Menurut Salovey (dalam Goleman, 1999) menyatakan bahwa
kecerdasan emosi terdiri dari mengenali emosi diri atau kesadaran diri,
§ mengelola
emosi, merupakan kemampuan untuk mengenali dan menyadari perasaan sewaktu
perasaan itu terjadi.
§ memotivasi
diri sendiri, merupakan kemampuan untuk menata emosi diri sendiri yang
digunakan sebagai alat pencapaian tujuan yang dikehendaki
§ mengenali
emosi orang lain atau empati, merupakan kemampuan untuk mengetahui keadaan
perasaan orang lain.
§ membina
hubungan, kemampuan yang dapat memudahkan seseorang masuk dalam lingkup
pergaulan atau lingkungan.
Dari definisi yang diatas kedua hal tersebut dapat
dikatakan bahwa kecerdasan emosi sangatalah berhubungan dengan kesehatan mental
seseorang. Karena kesehatan mental atau orang yang dikatakan sehat mental
adalah orang yang mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang
lain, dan dengan masyarakat dimana kita hidup. Dan salah satu dikatakan
memiliki kriteria kesehatan mental atau sehat mental memiliki perasaan-perasaan
atau emosi-emosi yang positif atau bisa dikatakan dapat mengedalikan emosinya baik
dalam diri atau dengan orang lain. Dapat dikatakan sangat berhubungan
karna kecerdasan emosional adalah menggambarkan sejumlah keterampilan yang
berhubungan dengan keakuratan penilaian tentang emosi diri sendiri dan orang
lain, serta kemampuan mengelola perasaan untuk memotivasi, merencanakan, dan
meraih tujuan kehidupan. jika ingin memiliki atau menjaga kesehatan mental
dengan baik atau sehat secara mental mulailah belajar untuk memiliki kecerdasan
emosioal yang baik atau dapat mengendalikan emosi serta memiliki
perasaan-perasan atau emosi-emosi yang positif dalam mengangani berbagai
masalah dalam kehidupan.
Referensi :
B.P
Dwi Riyanti & Hendro, P. 1998. Psikologi Umum 2. Jakarta: Universitas
Gunadarma.
Heru Basuki, A.
M. (2008). Psikologi umum.Jakarta:
Universitas Gunadarma.
Senduk,
Yacita. 2007. Mengasah Kecerdasan Emosi Orang Tua Untuk Mendidik Anak. Jakarta:
Pt Elex Media Komputindo.
Semiun
Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kansius.

0 komentar:
Posting Komentar